FIB Undip dan Universitas Hasanuddin Makassar
FIB Undip dan Universitas Hasanuddin Makassar

FIB UNDIP – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) menerima kunjungan resmi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dalam rangka kegiatan Benchmarking dan Konsultasi Akademik untuk pembukaan Program Studi Doktor (S3) Ilmu Kemaritiman di Sekolah Pascasarjana Unhas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025 bertempat di Ruang Sidang Besar FIB Undip, Kampus Tembalang, Semarang.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis Unhas untuk memperkuat landasan akademik dan kurikulum dalam pendirian Program Doktor Ilmu Kemaritiman. FIB Undip dipilih sebagai mitra benchmarking karena memiliki reputasi unggul di bidang sejarah maritim dan kajian kemaritiman nasional, melalui Program Studi Doktor Sejarah FIB Undip yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat studi maritim terkemuka di Indonesia.

Tujuan Benchmarking dan Fokus Diskusi

Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif kepada tim Unhas terkait tata kelola akademik, sistem kurikulum, serta mekanisme pengelolaan riset kemaritiman yang telah diterapkan di PSDS FIB Undip. Adapun agenda utama meliputi:

Rombongan dari Unhas dipimpin oleh Dr. Wadzibah Nas, S.E., M.M., bersama tim penyusun naskah akademik dan calon pengelola Prodi S3 Ilmu Kemaritiman, yaitu Dr. Ir. Miswar Tumpu, S.T., M.T., Dr. Athira Rinandha Eragradini G.P., S.Pi., M.Si., dan Dr. Andi Muliarni Okasa, S.P..

FIB Undip dan Universitas Hasanuddin Makassar
FIB Undip dan Universitas Hasanuddin Makassar

Sambutan dan Kolaborasi Akademik

Pihak FIB Undip menyambut hangat kedatangan delegasi Unhas. Dalam kesempatan tersebut, Dekan FIB Undip, Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum., yang diwakili oleh Wakil Dekan I, Dr. Eta Farmacelia Nurulhady, S.S., M.Hum., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan kunci dalam memperkuat ekosistem riset dan pendidikan tinggi di Indonesia, terutama di bidang kemaritiman yang menjadi identitas bangsa.

“FIB Undip berkomitmen untuk terus berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan studi kemaritiman, tidak hanya di ranah sejarah, tetapi juga dalam konteks sosial-budaya dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Dr. Eta Farmacelia dalam sambutannya.

Turut hadir pula para guru besar Sejarah Undip yang menjadi narasumber utama dalam diskusi, antara lain:

Arah Kolaborasi ke Depan

Melalui kegiatan ini, kedua universitas bersepakat untuk memperkuat kerja sama akademik, riset, dan publikasi bersama, khususnya dalam tema sejarah maritim, budaya pesisir, dan pengelolaan sumber daya laut berbasis kearifan lokal.

Benchmarking ini tidak hanya menjadi forum pertukaran ilmu, tetapi juga simbol kolaborasi antarinstitusi dalam membangun masa depan pendidikan kemaritiman Indonesia yang lebih kokoh, berdaya saing, dan berakar pada budaya bangsa.

Share This!