Jamu Goes to Campus di FIB Undip.
Jamu Goes to Campus di FIB Undip.

FIB UNDIP – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) melalui Prodi Antropologi Sosial kembali menghadirkan kegiatan edukasi. Bertempat di Crop Circle FIB Undip, pada 17 November 2025 pukul 09.00–15.00 WIB, digelar acara “Jamu Goes to Campus” yang bekerja sama dengan Paguyuban Jamu Gendong Sumber Husodo, Wonolopo, sekaligus dibersamai dengan Bazar Prodi Antropologi Sosial.

Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan berbagai jenis jamu yang bisa dicicipi secara gratis, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal budaya jamu sekaligus berinteraksi langsung dengan para penggerak jamu gendong tradisional.

Bagian dari Pengabdian Masyarakat FIB Undip

Kegiatan “Jamu Goes to Campus” merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Edukasi dan Promosi Jamu Gendong sebagai Upaya Penguatan Kesehatan Holistik di Lingkungan Kampus”, yang dilaksanakan oleh dosen Antropologi Sosial, yaitu Suryani, M.A., dan Carolina Retmawati Putri, M.A.

Melalui kegiatan ini, tim ingin memperkenalkan kembali jamu sebagai warisan budaya sekaligus alternatif kesehatan berbasis bahan alami. Kerja sama dengan Paguyuban Jamu Gendong Sumber Husodo, Wonolopo, menjadi jembatan penting untuk menghadirkan praktik budaya tradisional langsung ke tengah kampus.

Sambutan dan Pembukaan Acara

Acara dimulai dengan sambutan dari Suryani, M.A., selaku dosen pelaksana pengabdian. Setelah itu, perwakilan dari Paguyuban Jamu Gendong Sumber Husodo, Wonolopo juga turut memberikan sambutan, menyampaikan harapan agar budaya mengonsumsi jamu tetap hidup dan dikenal generasi muda.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Dr. Drs. Suyanto, M.Si., Ketua Program Studi Antropologi Sosial FIB Undip. Dalam pembukaannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus mendorong mahasiswa untuk memahami praktik budaya secara langsung melalui kegiatan lapangan seperti ini.

Bazar Inovasi Mahasiswa Antropologi Sosial

Selain mencicipi jamu gratis, pengunjung juga disuguhi berbagai stand bazar yang menampilkan produk inovatif karya mahasiswa Antropologi Sosial. Mulai dari makanan, produk kreatif, hingga hasil proyek akademik dipamerkan dan menarik perhatian banyak pengunjung.

Bazar ini menjadi ruang ekspresi bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menerapkan ilmu antropologi dalam bentuk produk nyata.

Antusiasme Mahasiswa: Antre Jamu hingga Belanja Produk Kreatif

Sejak pagi, area Crop Circle terlihat ramai. Mahasiswa antusias mengantre untuk mencoba jamu gendong yang diracik langsung oleh para ibu-ibu dari Paguyuban Sumber Husodo. Ada jamu kunyit asam, beras kencur, temulawak, hingga racikan herbal lainnya yang dikenal baik untuk kesehatan.

Di sisi lain, bazar mahasiswa juga tak kalah ramai. Banyak pengunjung datang untuk membeli produk, sekadar melihat-lihat, atau berdiskusi langsung dengan mahasiswa tentang proses pembuatan karya yang dipamerkan.

Pelestarian Budaya di Kampus

Melalui kegiatan ini, FIB Undip berupaya mempertemukan budaya, kesehatan, dan kreativitas mahasiswa dalam satu ruang interaktif. Jamu tidak hanya dilihat sebagai minuman tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu terus dijaga.

Kegiatan “Jamu Goes to Campus” dan bazar mahasiswa diharapkan dapat menjadi agenda rutin sekaligus wadah kolaborasi antara kampus dan masyarakat, terutama dalam mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Share This!