
FIB UNDIP – Program Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Current Issues in Phonetics: The North-East Indian Story” pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan pakar fonetik internasional, Prof. Priyankoo Sarmah dari Indian Institute of Technology Guwahati (IITG), India.
Acara berlangsung di Ruang Sidang Besar, Gedung A Lantai 2 FIB Undip mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta peneliti linguistik yang tertarik pada kajian fonetik dan bahasa-bahasa India Timur Laut.
Pembukaan oleh Pimpinan FIB Undip
Kegiatan ini resmi dibuka melalui sambutan Dekan FIB Undip, Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum., yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Eta Farmacelia Nurulhady, S.S., M.Hum., M.A., Ph.D., selaku Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FIB Undip.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Sarmah serta pentingnya kegiatan akademik seperti ini dalam memperkaya perspektif mahasiswa linguistik, khususnya dalam kajian fonetik dan bahasa minoritas. FIB Undip berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperluas jejaring akademik internasional.
Materi: Fonetik dan Keragaman Bahasa India Timur Laut
Dalam pemaparannya, Prof. Priyankoo Sarmah mengangkat isu-isu mutakhir terkait penelitian fonetik di kawasan India Timur Laut, wilayah dengan keragaman bahasa yang tinggi dan karakter fonologis yang unik.
Beliau membahas perkembangan riset fonetik terkini, fenomena variasi bunyi dalam berbagai bahasa etnis di India Timur Laut, hingga tantangan penelitian lapangan di kawasan tersebut. Penjelasan disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat mengikuti dengan mudah meskipun topiknya bersifat teknis.
Prof. Sarmah juga menekankan pentingnya dokumentasi bahasa dan studi fonetik dalam menjaga kekayaan linguistik yang terancam punah.
Sesi Diskusi Dipandu Moderator dari Undip
Sesi diskusi dipandu oleh Mytha Candria, S.S., M.A., M.A., dosen Universitas Diponegoro yang juga berperan sebagai moderator.
Peserta aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari aspek metodologi penelitian fonetik, perbandingan bahasa India Timur Laut dengan bahasa-bahasa di Asia Tenggara, hingga peluang kolaborasi riset.
Interaksi yang terjalin membuat sesi berlangsung dinamis dan memperkaya wawasan peserta mengenai fonetik lintas bahasa.
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Para peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru dan relevan dengan perkembangan ilmu linguistik global. Kehadiran narasumber internasional seperti Prof. Sarmah dinilai penting untuk memperluas referensi akademik serta membuka peluang kolaborasi penelitian di masa mendatang.
Program Magister Linguistik FIB Undip berharap kegiatan Visiting Professor ini dapat terus dilaksanakan secara berkala, menghadirkan lebih banyak pakar dari berbagai negara, dan memperkuat posisi Undip sebagai pusat pengembangan ilmu bahasa di Indonesia.