FIB UNDIP Peringati Isra Miraj 2026 (Foto: Humas FIB Undip)
FIB UNDIP Peringati Isra Miraj 2026 (Foto: Humas FIB Undip)

FIB UNDIP – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB UNDIP) turut memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tahun 2026 sebagai momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai spiritual, etika, dan kemanusiaan dalam kehidupan akademik. Peringatan ini menjadi bagian dari upaya FIB UNDIP dalam menumbuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual di lingkungan kampus.

Isra Miraj tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah dalam Islam, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk memperkuat karakter, keimanan, serta tanggung jawab sosial sivitas akademika.

Makna Isra Miraj dalam Kehidupan Akademik

Isra Miraj merupakan peristiwa agung yang menandai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Dari peristiwa inilah umat Islam menerima perintah salat sebagai fondasi pembentukan akhlak dan kedisiplinan hidup.

Dalam konteks kehidupan akademik, nilai-nilai Isra Miraj relevan dengan semangat keilmuan yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. FIB UNDIP memandang bahwa penguatan spiritual menjadi bagian penting dalam membentuk insan akademik yang berbudaya, beretika, dan berdaya saing.

Membangun Budaya Reflektif dan Humanis di FIB UNDIP

Peringatan Isra Miraj 2026 di lingkungan FIB UNDIP juga menjadi ajang untuk menguatkan budaya reflektif dan humanis. Sebagai fakultas yang berfokus pada kajian bahasa, sastra, sejarah, dan budaya, FIB UNDIP menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Melalui momentum ini, sivitas akademika diajak untuk kembali meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi dalam membangun sikap rendah hati, empati, serta kepedulian terhadap sesama, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.

Sinergi Nilai Keagamaan dan Keilmuan

Peringatan Isra Miraj juga mencerminkan komitmen FIB UNDIP dalam merawat harmoni antara nilai keagamaan dan keilmuan. Keduanya dipandang saling melengkapi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial.

Semangat ini sejalan dengan visi FIB UNDIP untuk melahirkan insan berbudaya yang mampu berkontribusi positif di tengah dinamika global, tanpa kehilangan akar nilai dan jati diri.

Harapan ke Depan

Melalui peringatan Isra Miraj 2026, FIB UNDIP berharap nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus hidup dalam praktik kehidupan akademik sehari-hari. Tidak hanya tercermin dalam aktivitas ibadah, tetapi juga dalam cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi di ruang-ruang pendidikan dan kebudayaan.

Momentum ini diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa perjalanan intelektual idealnya selalu berjalan seiring dengan perjalanan spiritual, demi mewujudkan lingkungan akademik yang beradab, inklusif, dan bermakna.

Share This!