
FIB UNDIP – Ruang Sidang Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro tampak lebih ramai dari biasanya pada Senin pagi 30 Maret 2026. Civitas akademika berkumpul untuk mengikuti agenda Visiting Lecturer bertajuk“Pencak Silat as Cultural Heritage: An Ethnographic Study”. Acara ini menjadi istimewa karena menghadirkan perspektif antropologis dari peneliti mancanegara mengenai salah satu identitas terkuat bangsa Indonesia.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Dr. Patrick Keilbart dari Goethe University Frankfurt, Jerman. Kehadiran beliau memberikan warna baru dalam diskusi mengenai bagaimana pencak silat dipandang bukan sekadar seni bela diri, melainkan sebuah warisan budaya yang memiliki kedalaman nilai etno-pedagogis.
Sinergi Akademik Internasional
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Undip, Prof. Dr. Alamsyah, S.S., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi riset dengan institusi luar negeri untuk memperkaya khazanah keilmuan budaya. Kehadiran pakar dari Jerman seperti Dr. Patrick Keilbart membuktikan bahwa kekayaan budaya Indonesia, khususnya pencak silat, telah menjadi objek studi yang menarik perhatian dunia internasional.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini adalah jajaran pimpinan fakultas, antara lain Wakil Dekan I, Eta Farmacelia Nurulhady, S.S., M.Hum., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Dr. Dra. Siti Maziyah, M.Hum. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen penuh FIB Undip dalam mendorong internasionalisasi fakultas melalui kegiatan-kearifan lokal yang mendunia.
Pencak Silat dalam Lensa Etnografi
Dalam paparannya yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB, Dr. Patrick Keilbart membagikan hasil studi etnografisnya yang mendalam. Ia mengupas bagaimana pencak silat bertahan sebagai cultural heritage di tengah arus modernisasi. Bagi Dr. Patrick, pencak silat adalah sebuah sistem budaya yang kompleks, mencakup aspek filosofis, seni, hingga hubungan sosial masyarakat Indonesia.
Ruang Sidang Besar sebagai Pusat Diskusi Budaya
Pelaksanaan Visiting Lecturer di Ruang Sidang Besar FIB Undip ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari peneliti internasional. Suasana diskusi yang cair namun berbobot memberikan pengalaman akademik yang berbeda, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat bagaimana sebuah budaya lokal dikaji secara ilmiah oleh pakar luar negeri.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah pembuka bagi kerja sama penelitian yang lebih luas antara FIB Undip dan Goethe University Frankfurt, khususnya dalam bidang studi kebudayaan dan antropologi. Dengan memahami nilai luhur pencak silat, kita kembali diingatkan bahwa warisan budaya adalah identitas yang harus terus dijaga, dipelajari, dan dibanggakan.