
FIB UNDIP – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Etika Penggunaan AI untuk Tugas Akhir di Kalangan Mahasiswa FIB Undip” pada Selasa, 4 November 2025. Acara ini berlangsung di Ruang Sidang Besar FIB Undip mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa dari berbagai program studi.
Dalam sambutan pembuka, Dekan FIB Undip, Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum., yang diwakili oleh Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan, Eta Farmacelia Nurulhady, S.S., M.Hum., M.A., Ph.D., menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang refleksi bersama mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam ranah akademik.
“Sekarang mahasiswa memang bisa lebih cepat dalam mengerjakan skripsi dengan bantuan AI. Namun, penting bagi kita semua untuk berdiskusi dan mempertimbangkan kebijakan yang tepat agar penggunaannya tetap etis, terutama dalam konteks karya ilmiah seperti skripsi,” ujar Eta Farmacelia dalam sambutannya.
Kegiatan FGD ini menghadirkan dua narasumber utama secara daring, yakni Dr. Willy A. Renandya dari Nanyang Technological University, Singapura, dan Dr. Flora Debora Floris dari Universitas Kristen Petra. Keduanya membagikan pandangan dan pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi AI di dunia akademik, serta bagaimana lembaga pendidikan tinggi di berbagai negara mulai merumuskan pedoman etikanya.
Melalui kegiatan ini, FIB Undip berharap dapat mendorong mahasiswa untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi AI, tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana pengembangan berpikir kritis dan kreativitas akademik.
Kegiatan FGD ini juga menjadi langkah awal bagi fakultas dalam menyusun kebijakan internal yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memastikan nilai integritas dan orisinalitas tetap menjadi dasar utama dalam setiap karya ilmiah mahasiswa.