
FIB UNDIP – Universitas Diponegoro mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh civitas academica untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan melalui telepon yang mengatasnamakan lembaga resmi. Pengumuman ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan digital bukan hanya urusan teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan kesadaran, literasi, dan kemampuan memahami informasi secara kritis.
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro turut mendukung penuh imbauan tersebut dengan menekankan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari budaya akademik yang harus terus diperkuat.
Latar Belakang Imbauan Universitas
Dalam pengumuman resmi yang disampaikan kepada seluruh civitas academica, Universitas Diponegoro menjelaskan bahwa saat ini semakin banyak kasus penipuan telepon yang mengatasnamakan institusi resmi, seperti kepolisian, Direktorat Jenderal Pajak, perbankan, hingga lembaga pemerintah lainnya.
Pelaku biasanya mencoba menciptakan rasa panik pada korban dengan menyampaikan informasi seolah-olah ada masalah hukum, pelanggaran tertentu, atau tunggakan administrasi. Setelah itu, korban diarahkan untuk memberikan data pribadi atau mengikuti instruksi tertentu, termasuk mentransfer sejumlah uang.
Universitas Diponegoro menegaskan bahwa data yang tersimpan di server universitas dalam kondisi aman dan terlindungi. Selain itu, UNDIP tidak pernah memberikan data pribadi civitas academica kepada pihak yang tidak berwenang, serta tidak pernah meminta informasi rahasia atau transfer dana melalui komunikasi telepon sepihak.
Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai
Beberapa pola penipuan yang umum terjadi antara lain pemberitahuan palsu mengenai perkara hukum atau tunggakan pajak, ancaman pemblokiran rekening, hingga permintaan data pribadi seperti NIK, nomor rekening, OTP, atau kata sandi.
Pelaku juga kerap mengarahkan korban untuk melakukan transfer uang atau mengikuti instruksi tertentu dengan dalih penyelesaian masalah. Situasi dibuat mendesak agar korban tidak sempat berpikir panjang.
Langkah yang Dianjurkan Jika Menerima Panggilan Mencurigakan
Universitas Diponegoro mengimbau seluruh civitas academica untuk tetap tenang jika menerima panggilan mencurigakan. Informasi pribadi maupun kode OTP tidak boleh diberikan kepada siapa pun. Instruksi transfer dana juga harus diabaikan.
Jika menghadapi situasi semacam ini, langkah paling aman adalah segera mengakhiri panggilan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang atau unit terkait di lingkungan UNDIP.
Keamanan Digital Adalah Tanggung Jawab Bersama
Universitas Diponegoro menegaskan bahwa kewaspadaan dan literasi keamanan digital merupakan tanggung jawab bersama. Perlindungan data dan keamanan informasi hanya bisa terwujud jika setiap individu memiliki kesadaran untuk menjaga diri dari berbagai bentuk kejahatan siber.
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan memahami dan memverifikasi informasi secara bijak.
Perspektif Fakultas Ilmu Budaya UNDIP
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro memandang persoalan penipuan digital tidak hanya sebagai isu keamanan teknologi, tetapi juga sebagai persoalan literasi, budaya komunikasi, dan kesadaran sosial.
Dalam perspektif humaniora, kemampuan memahami pesan, mengenali manipulasi bahasa, serta membaca tekanan psikologis yang digunakan pelaku merupakan keterampilan penting di era digital.
Penipuan sering kali tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga memanfaatkan kelemahan manusia dalam merespons informasi yang memicu rasa takut atau panik.
Karena itu, FIB UNDIP menilai literasi digital perlu dipahami sebagai bagian dari literasi budaya dan literasi sosial. Masyarakat perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, memahami konteks komunikasi, serta mengenali otoritas yang valid.
Peran FIB dalam Penguatan Literasi dan Kesadaran Publik
Sebagai fakultas yang berfokus pada kajian bahasa, budaya, dan masyarakat, FIB UNDIP berkomitmen untuk berkontribusi dalam penguatan kesadaran publik terkait keamanan digital. Pendekatan humaniora memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana komunikasi digunakan untuk memengaruhi perilaku dan emosi.
Melalui kegiatan akademik, pengabdian masyarakat, dan program literasi, FIB terus mendorong pengembangan kemampuan berpikir reflektif dan kritis di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas.
Lingkungan Akademik yang Aman dan Berdaya
FIB UNDIP menekankan bahwa menjaga keamanan digital bukan hanya soal perlindungan sistem, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat akademik yang cerdas, waspada, dan tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan.
Kesadaran kolektif menjadi kunci utama. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan saling mengingatkan dan bersama-sama membangun lingkungan akademik yang aman, berdaya, dan adaptif terhadap tantangan era digital.
Imbauan Universitas Diponegoro tentang kewaspadaan terhadap penipuan telepon menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi digital di lingkungan kampus. Fakultas Ilmu Budaya UNDIP mendukung penuh langkah tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan humaniora dalam memahami dan menghadapi kejahatan digital.
Dengan kesadaran, literasi, dan sikap kritis yang terus dikembangkan, civitas academica diharapkan mampu menjaga keamanan diri sekaligus menciptakan lingkungan akademik yang aman, cerdas, dan tangguh di tengah dinamika dunia digital.