
FIB UNDIP – Pelantikan kepengurusan jabatan organisasi mahasiswa menjadi momen penting dalam keberlanjutan kepemimpinan kampus. Tahun ini, proses tersebut kembali digelar oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro sebagai bagian dari komitmen membangun regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang aktif, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Kegiatan bertajuk “Pelantikan dan Sertijab Ormawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Periode 2026” diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 13 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Momentum ini menjadi simbol dimulainya kepengurusan baru organisasi mahasiswa sekaligus penanda berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya.
Suasana Khidmat Pembukaan Acara
Kegiatan pelantikan diawali dengan pembukaan resmi yang berlangsung khidmat. Seluruh peserta kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FIB, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan dan identitas kelembagaan fakultas.
Acara ini diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan dihadiri oleh para pengurus organisasi mahasiswa yang akan dilantik, jajaran pimpinan fakultas, serta pendamping masing-masing ormawa.
Sambutan Perwakilan Ormawa Purna Tugas
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Senat Mahasiswa FIB 2026 sebagai perwakilan organisasi mahasiswa yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan program kerja serta semangat kolaborasi antarorganisasi mahasiswa.
Ia juga menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu melanjutkan capaian yang telah dirintis sekaligus menghadirkan inovasi baru demi kemajuan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya.
Pesan Dekan Tentang Tanggung Jawab Kepemimpinan
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan FIB, Prof. Dr. Alamsyah. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa organisasi mahasiswa bukan sekadar wadah aktivitas, tetapi juga ruang pembelajaran kepemimpinan, manajemen, dan tanggung jawab sosial.
Beliau mengingatkan bahwa menjadi pengurus ormawa berarti siap menjadi teladan, mampu bekerja dalam tim, serta berkontribusi nyata bagi lingkungan akademik. Kepemimpinan mahasiswa, menurutnya, adalah bagian penting dari pembentukan karakter intelektual dan budaya akademik yang sehat.
Prosesi Pelantikan dan Pembacaan SK
Memasuki inti acara, Dekan FIB membacakan naskah pelantikan yang diikuti oleh seluruh peserta yang dilantik. Prosesi ini menjadi simbol resmi pengesahan kepengurusan baru organisasi mahasiswa periode 2026.
Orasi Penerimaan Mandat Kepengurusan Baru
Sebagai bentuk komitmen awal, orasi penerimaan mandat disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya periode 2026. Dalam orasinya, ia menyampaikan kesiapan untuk mengemban amanah, memperkuat sinergi antarorganisasi, serta menghadirkan program kerja yang berdampak bagi mahasiswa.
Doa dan Penutup Acara
Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh perwakilan UKM-F Kharisma 2026. Doa dipanjatkan sebagai harapan agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik, diberi kelancaran dalam program kerja, serta membawa manfaat bagi seluruh civitas akademika.
Sebaggai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi sebagai penutup rangkaian acara.
Kehadiran Pimpinan dan Pendamping Ormawa
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan, Eta Farmacelia Nurulhady, supervisor akademik, serta pendamping masing-masing organisasi mahasiswa. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan langsung terhadap keberlanjutan pembinaan organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas.
Komitmen Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa
Pelantikan dan serah terima jabatan ini menegaskan komitmen Universitas Diponegoro dalam membangun budaya organisasi mahasiswa yang aktif dan berkelanjutan. Regenerasi kepemimpinan bukan hanya pergantian struktur, tetapi juga proses pembelajaran, pengembangan karakter, serta penguatan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru periode 2026, diharapkan organisasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya mampu terus berkembang, berkontribusi, dan menjadi ruang tumbuh bagi kepemimpinan muda yang berintegritas dan berdaya saing.