
FIB UNDIP – Asosiasi Departemen Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia (ADJASI) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ADJASI 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (22/9/2026) hingga Kamis (24/9/2026) di Kepulauan Karimunjawa.
Rangkaian agenda tahunan yang difasilitasi oleh FIB Undip ini tidak hanya menjadi wadah konsolidasi organisasi antardepartemen antropologi se-Indonesia, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan ekspedisi lapangan serta pengabdian kepada masyarakat berbasis kearifan lokal.
Konsolidasi Isu Strategis Pendidikan dan Pemilihan Ketua ADJASI
Hari pertama kegiatan dibuka dengan agenda Rapat Kerja Nasional yang dipusatkan di Hotel Java Paradise, Karimunjawa. Rapat dipagi menjadi tiga komisi pembahasan yang menyoroti isu-isu krusial perkembangan ilmu antropologi di Indonesia:
- Komisi 1 (Organisasi & AD/ART): Mengulas penataan tata kelola, keanggotaan, serta arah kebijakan strategis pendidikan antropologi masa depan.
- Komisi 2 (Branding & Jejaring): Membahas penguatan riset kolaboratif, tracer study alumni, peningkatan publikasi, dan kerja sama nasional maupun internasional.
- Komisi 3 (Pendidikan & Profesi): Menelaah strategi peningkatan daya tarik program studi, regenerasi SDM dosen, serta penguatan employability dan posisi lulusan di dunia kerja.
Setelah sesi Rapat Pleno, penyerahan ADJASI Award, dan Laporan. Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus lama, agenda dilanjutkan dengan pemilihan serta penetapan Ketua ADJASI terpilih untuk periode kepengurusan selanjutnya.
Ekspedisi Kebudayaan dan Pengabdian Masyarakat di Pulau Karimunjawa
Memasuki hari kedua, Rabu (23/9/2026), rombongan peserta Rakernas melaksanakan serangkaian kegiatan riset lapangan dan aksi sosial. Agenda diawali dengan pengabdian masyarakat di Menjangan Kecil, dilanjutkan dengan ekspedisi laut menuju Pulau Cemara serta gelaran Ethno-Coconut Fest.
Tak berhenti di situ, para akademisi antropologi juga berinteraksi langsung dengan warga melalui program “Ngulik-Cultura” bersama komunitas suku bahari (Bajo, Bugis, Buton, dan Mandar) di Pulau Kemujan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pendampingan dan penguatan UMKM lokal bagi para pengrajin kayu Stigi khas Karimunjawa.
Seluruh rangkaian acara resmi berakhir pada Kamis (24/9/2026) saat rombongan peserta kembali menyeberang menuju Jepara dan tiba di Kampus FIB Undip, Semarang. Melalui agenda Rakernas ini, diharapkan kontribusi ilmu antropologi dapat semakin berdampak nyata bagi masyarakat dan perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.