Jejak Alumni: Mochammad Riski Destrianto, Pustakawan Inovatif dari Lulusan Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB Undip

Mochammad Riski Destrianto, Alumni Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB Undip. (Foto: Humas FIB Undip)
Mochammad Riski Destrianto, Alumni Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB Undip. (Foto: Humas FIB Undip)

FIB UNDIP – Dunia perpustakaan saat ini bukan lagi sekadar tumpukan buku, melainkan ruang inovasi informasi yang dinamis. Salah satu bukti nyata keberhasilan lulusan kita dalam menjawab tantangan tersebut adalah sosok Mochammad Riski Destrianto, alumni Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB Undip angkatan 2015. Saat ini, Riski mendedikasikan ilmunya sebagai Pustakawan di Politeknik Negeri Semarang (Polines).

Membawa Dampak Nyata di Dunia Profesional

Selama menempuh studi di FIB Undip, Riski membekali diri dengan kompetensi yang kini ia terapkan sepenuhnya dalam mengelola layanan perpustakaan akademik. Dedikasinya tidak main-main, pada tahun 2023, ia berhasil meraih prestasi membanggakan sebagai Juara 1 Indonesian Academic Librarian Award dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI). Pencapaian ini menjadi bukti bahwa lulusan Ilmu Perpustakaan Undip memiliki peran signifikan dan mampu bersaing di level nasional.

Menghidupkan Layanan Melalui Kemas Ulang Informasi

Salah satu keahlian utama yang dikembangkan Riski adalah Kemas Ulang Informasi (KUI). Bagi rekan-rekan yang mungkin masih asing, KUI adalah proses kreatif mengolah informasi dari berbagai sumber menjadi produk yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh pemustaka.

Manfaatnya sangat besar, mulai dari menghemat waktu dan tenaga pembaca, hingga membuat penyebaran informasi menjadi jauh lebih efektif dan efisien. Dalam praktiknya, Riski mengikuti enam langkah prosedural yang disiplin, yaitu:

  1. Menentukan topik yang relevan.
  2. Mencari sumber informasi yang kredibel.
  3. Mengevaluasi kebenaran informasi.
  4. Mensintesis atau merangkum data.
  5. Membuat produk informasi akhir.
  6. Melakukan evaluasi terhadap produk dan prosesnya.

Inovasi untuk Masa Depan Kepustakawanan

Tidak berhenti pada teori, Riski melahirkan berbagai inovasi berbasis KUI yang sangat kreatif. Ia mengembangkan infografis dan videografis seputar kepustakawanan, pengembangan realia dan arboretum, hingga membangun repositori kesejarahan melalui platform JagaPerpus.org. Selain itu, ia juga aktif menginisiasi Komunitas Belajar Literatif sebagai ruang diskusi dan belajar bersama.

Kisah Riski Destrianto adalah pengingat bagi kita semua bahwa dengan kreativitas dan kemauan untuk terus belajar, seorang pustakawan bisa memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

Share This!